Kantor Kelurahan

Kantor Kelurahan

Menu Utama

Sunday, 19 February 2012

foto kegiatan tim kkn

suasana makan sate kelinci dibandungan setelah nonton bareng  pertandingan  bola.

Foto ini diambil saat tim KKN membantu dalam pembagian beras miskin (RASKIN) di balai desa sumowono.


ini adalah pelaksanaan program kerja "penempelan poster tentang  bahaya Narkoba, Stop HIV,  dan  bahaya AIDS"


Pelaksanaan program kerja" Pemberian Pelajaran Tambahan anak SD di SDN 01 dan 02 Sumowono"

Senam Sehat bersama anak-anak SDN 01 Dan 02 Sumowono




Penataan Perpustakaan di SDN 01 Sumowono

Kegiatan bersama warga yaitu kerja bakti didusun Sumowono

Pelaksanaan program kerja "pengenalan dunia perkuliahan di SMA Muhammadiyah  Sumowono"


Foto bersama saat jalan-jalan pagi di area persawahan desa Sumowono


Foto kemesraan Sumowono




Lagi nunggu bis ke Tembalang.....

jalan Kyai Ismu

kebersamaan dengan anak-anak SDN 02 Sumowono

suasana perpisahan di SDN 02 Sumowono

Hahahahaha.......

Liburan bersama di curug 7icon



suasana curug 7icon


Panitia LCC

Brbrbrbrbr......dinginnya

ikuti saya.......ashadu

Berkunjung ke kantor Kepala Desa Sumowono





Setelah LCC
Silahturahmi ke perkebunan bunga krisan

Cheeeeeeeeeeeerrrrrss.......

hihihihihi....porno....

calon penerus bangsa



foto bareng dengan guru2 dan staf  SMA 
Penerimaan piala dan hadiah lomba mewarnai tingkat TK/PAUD
Penerimaan piala dan hadiah LCC
di Posyandu "Sakit apa bu......."

Proker "PHBS dan PMTAS" di TK/RA Perwanida 01 Sumowono

anak2 SD main bersama di Posko KKN

Saturday, 18 February 2012

PRODUKSI KELINCI HIAS           
Desa Sumowono selain terkenal dengan bunga krisannya, ternyata juga terdapat peternakan kelinci hias. Peternakan ini terdapat di dusun Sawah Gondang, desa Sumowono, Bandungan, kabupaten Semarang.
Peternakan kelinci hias yang dimiliki oleh pak Marta ini, berdiri di lahan dengan luas 275 m2. Pak Marta telah memulai usahanya sejak tahun 1995 hingga  sekarang, jumlah kelinci yang ada di peternakan pak Marta ini sekitar 50 indukan. Di peternakan ini terdapat berbagai macam jenis kelinci, diantaranya :
a.    Rex
b.    Fuzzy Lop
c.    Dwarf Hotot
d.    Anggora
e.    Dutch
f.     Lion
g.    Australia
Di peternakan milik Pak Marta ini, selain melayani jual beli, kita juga akan diajarkan cara merawat kelinci, baik dari cara makan, cara membersihkan kandang, cara mengenali penyakit yang terdapat pada kelinci dan lainnya.
Kelinci milik pak Marta ini telah dipasarkan ke berbagai macam daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Untuk itu kualitasnya pun tak diragukan lagi. Biasanya setiap 2 bulan sekali setelah perkawinan, kelinci – kelinci ini melahirkan, dan sebulan setelahnya maka anak kelinci siap dipasarkan.
Selain menjual kelinci, Pak Marta juga menjual pupuk organik hasil dari kotoran kelincinya. Bagi anda yang berminat untuk membeli atau bekerja sama maupun sekedar melihat lihat, bisa langsung datang ke lokasi peternakan kelinci hias ini.














PRODUKSI JAMUR BARAT / JAMUR LARON ( Termithomyces )
Jamur barat / laron dengan nama latin Thermihomyces mungkin masih terasa asing bagi masyarakat luas. Maklum saja, jamur ini masih tergolong jamur liar di kalangan jamur lain yang telah terlebih dahulu akrab di masyarakat. Namun jika anda berkunjung ke Dusun  Sawah Gondang, Desa Sumowono, Bandungan, anda berkesempatan mengunjungi lokasi budidaya jamur barat / laron tersebut. Usaha budidaya jamur ini sampai saat ini masih tergolong tahap penelitian oleh Pak Triwaluyo ( Mamik ) yang bertujuan mengkultur jamur liar tersebut.
Usaha budidaya jamur ini telah dimulai selama sekitar 5 tahun dan dibantu oleh 2 orang pegawai. Jamur barat / laron ini sendiri memiliki beberapa jenis, diantaranya yang telah berhasil dikembangbiakkan adalah jenis jamur payung dan jamur bulan. Sedangkan yang masih dalam tahap penelitian adalah kultur jenis jamur siung kidang. Hingga saat ini Pak Mamik sebutan akrab sang pemilik ini masih berupaya menemukan media yang lebih cocok untuk perkembangbiakan jamur ini, dan dikarenakan masih bersifat penelitian maka jamur ini masih belum menjadi komoditi komersial, namun masih dikonsumsi terbatas oleh masyarakat sekitar lokasi budidaya.
Jamur ini juga terdiri dari beberapa warna seperti pada jamur tiram yakni putih, kuning ,merah,dan ungu. Menurut Pak Mamik dan warga sekitar, jamur ini memang sedikit menyerupai jamur tiram namun dengan beberapa kelebihan, antara lain :
a.       kadar airnya lebih sedikit,
b.      rasanya lebih enak untuk dikonsumsi,
c.       lebih harum,
d.      warnanya lebih mencolok, dan
e.       teksturnya lebih tebal.
Total waktu yang diperlukan untuk mengembangbiakkan bibit jamur ini hingga siap dipanen adalah sekitar 4 bulan.
Lebih lanjut menurut Pak Mamik, setelah ditemukan media yang cocok untuk perkembangbiakan jamur maka barulah jamur tersebut akan dipasarkan ke masyarakat seiring dengan meningkatnya produksi jamur tersebut. Beliau juga menambahkan untuk tidak menutup kemungkinan melakukan penelitian terkait senyawa yang terkandung dalam jamur untuk dapat dijadikan obat kedepannya.

Media Pembibitan Jamur

Jamur Payung



Penulis ( Tim I KKN 2012 ) dengan pegawai budidaya jamur

Penulis ( Tim I KKN 2012 ) dengan pegawai budidaya jamur

Friday, 17 February 2012


PRODUKSI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum Grandiflorum)
Bunga krisan adalah salah satu produk pertanian unggulan Kecamatan Sumowono. Jika anda menyenangi bunga krisan, belum lengkap rasanya apabila tidak mengunjungi desa Sumowono, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Daerah dataran tinggi yang sejuk ini terkenal sebagai salah satu budidaya bunga krisan di Provinsi Jawa Tengah.
Terdapat berbagai macam jenis krisan yang ada di desa Sumowono, mulai dari yang berwarna kuning, putih, merah, hijau, hingga ungu. Bunga tersebut biasanya dipasarkan di pasar Bandungan yang lokasinya tidak jauh dari Kecamatan Sumowono, Temanggung, Purworejo, dan Wonosobo. Di desa Sumowono, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana proses pembenihan, penanaman, hingga ketika panen bunga krisan. Setidaknya membutuhkan waktu selama 105 hari dari proses pembenihan hingga panen, namun karena ditanam secara bergantian, pengunjung dapat menyaksikan panen selama dua kali dalam seminggu.
Adapun syarat syarat tumbuh bunga krisan antara lain :
1.      Iklim dengan curah hujan tinggi,
2.      Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih banyak, selain sinar matahari yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL,
3.      Suhu udara antara 20 – 26° C,
4.      Ketinggian tempat 700 – 1200 m dpl,
5.      Tanah syaratnya antara lain : liat berpasir, gembur, drainase baik.

Selama proses budidaya bunga krisan ini banyak kendala yang dihadapi, antara lain :
1.    kerusakan akibat serangan penyakit tanaman ( jamur). Sampai sekarang masih belum bisa diatasi serangan jamur ini,
2.    rusaknya rumah krisan yang terbuat dari konstruksi bambu yang berfungsi sebagai pelindung tanaman akibat hujan dan angin kencang.
3.    Hujan deras dan mendung menyebabkan tanaman krisan yang ditanam lambat tumbuh karena kekurangan sinar matahari.
BUNGA KRISAN
 Penulis bersama Tim I KKN UNDIP 2012  dan petani budidaya bunga krisan

PRODUKSI TEMPE ( Mbak Wiwit )
UKM produksi tempe yang dimiliki oleh Mbak Wiwit ini berada di Jl. Sukorono, dusun Sumowono, Bandungan, Jawa Tengah. Berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, dengan bermodalkan uang sendiri, Mbak Wiwit memulai usahanya sudah sejak turun temurun dari keluarganya.
Selama proses pembuatan tempe, Mbak Wiwit memiliki 6 orang pekerja tetap. Usaha tempe yang dikelola Mbak Wiwit ini telah mengalami peningkatan produksi meskipun masih banyak kendala yang dihadapi.
Dalam satu kali produksi, pabrik tempe ini mampu menghabiskan sekitar 425 kg kedelai yang di import dari USA. Dalam kisaran tersebut, biasanya dapat menghasilkan sekitar 1200 bungkus tempe siap jual. Proses pembuatan tempe sendiri memerlukan waktu kurang lebih selama 4 hari setelah itu tempe sudah siap untuk dipasarkan. Adapun proses pembuatan tempe tersebut antara lain :
a.       Diawali dari perebusan kedelai, yang memakan waktu minimal 3 jam.
b.      Proses perendaman, dilakukan kurang lebih selama 12 jam.
c.       Proses selanjutnya adalah penggilingan kedelai, proses ini bertujuan untuk memecah kedelai.
d.      Pencucian kedelai, harus menggunakan air bersih tanpa ada campuran bahan kimia agar kualitas tempe menjadi bagus dan tidak mudah rusak.
e.       Peragian, proses ini memerlukan waktu selama 2 jam.
f.       Pengemasan dan penjamuran, proses ini membutuhkan waktu sekitar 1 hari 2 malam agar tempe yang dihasilkan menjadi tempe yang berkualitas.

Selama proses produksi, banyak kendala yang dihadapi, yaitu :
a.       Keterbatasan alat, khususnya alat penggiling kedelai
Alat penggiling kedelai pada pabrik ini, merupakan buatan sendiri dari bahan kayu dan menggunakan tenaga dinamo sehingga menyebabkan umur alat ini tidak bertahan lama.

          Gambar alat penggiling kedelai
b.      Iklim yang dingin
Desa sumowono merupakan daerah dataran tinggi dan beriklim dingin, sehingga mempengaruhi proses fermentasi jamur. Karena pabrik ini tidak memiliki oven maka ketika cuaca sangat dingin, proses produksi tempe ini akan terhambat.

Tempe hasil produksi pabrik ini mempunyai kualitas tempe yang lebih baik dari tempe lainnya, karena bisa bertahan lebih lama. Menurut Mbak Wiwit “ produk tempenya bisa bertahan 3 hari di luar  kulkas dan 1 minggu jika dimasukkan ke dalam kulkas”. Bagi anda yang mau mengunjungi dan mengetahui lebih jelas proses pembuatan tempe ini bisa menghubngi langsung mbak Wiwit di nomer : 081575439743.


Gambar Proses Fermentasi Jamur




Gambar Proses Pembuatan Kemasan
                             

Gambar Penulis ( Tim I KKN UNDIP 2012 ) dan Mbak Wiwit